1
Tak usah kau menerka masa depan
Itu semua sia-sia
Hanya Tuhan yang tahu
kematian, jodoh itu rahasia Ilahi
Cukup jalani kehidupan dengan baik
Menjalankan segala perintah-Nya
dan menjauhi segala larangan-Nya
Belajar dan bekerja, jodoh akan datang
dengan sendirinya pada waktu yang ditetapkan
Serahkan dan pasrahkan hidupmu pada Tuhan Yang Maha Kuasa
2
Mengapa kau cemburu?
pada apa yang bukan milikmu
dia bukanlah siapa-siapa untukmu
dia bukanlah sesuatu yang kau miliki
Buat apa cemburu?
Dia tak peduli akan hadirmu
Membiarkanmu terisak karena cinta
Kini kau sadar,
kau tak akan pernah miliki dia
kecuali jika ia memang jodohmu
kau akan mendapatkannya pada waktunya
Karna jodoh pasti bertemu
3
Tahukah kamu,
Semua manusia punya peluang yang sama untuk menjadi seorang yang sukses
Sukses dalam artian menggapai cita-citanya
Walaupun dengan keterbatasan,
keterbatasan fisik, mental dan lainnya
Ternyata hal tersebut bukanlah suatu penghalang
bagi orang yang berusaha dan bersungguh-sungguh
dengan semangat membatu menggapai cita-cita
Meski cacian dan makian tak henti menerpa
Ia buktikan dengan kerja keras
Melahirkan suatu ketidakmungkinan,
menjadi suatu yang mungkin dan nyata
Karna ia percaya pada dirinya sendiri
4
Cinta
Entah apa dia itu,
dan dari mana datangnya ia
Ia aneh, bisa membuat cemburu meski pada yang bukan dimiliki
Ia datang dengan tiba - tiba
Namun sulit tuk pergi
Dengan kedatangannya hatipun senang
Namun bisa juga menyiksa hati
5
Percayalah pada pertolongan Allah
Jangan biarkan dirimu meraup hasil
dari apa-apa yang kamu usahakan,
dengan jalan yang salah, curang
Berlaku jujur dan baiklah
Maka niscaya Allah akan menolongmu
6
Saat kau sedih
Saau kau gundah
Pasti kau membutuhkan teman
untuk mendengarkan seluruh jerit hatimu
Namun, tak selalu teman itu ada
Hanya kepada Allah lah tempatmu mengadu
Allah akan mendengar seluruh kesahmu dan menutupi aibmu
Jika kau bercerita pada manusia
Terkadang hanya akan menambah sakit
Segala aib yang kau rahasiakan,
lambat laun bisa terungkap
Senin, 06 Oktober 2014
Rabu, 03 September 2014
Amanah...
Amanah itu datang sebagai ujian,
ujian yang akan merubah seseorang menjadi lebih baik,
menjadikan lebih bertanggung jawab,
dan lebih bijak dalam menyikapi perimasalahan.
Amanah bisa datang kepada siapa saja,
jadi jangan merasa tak pantas,
karena jika menunggu agar diri pantas,
merupakan hal yang sia -sia,
karena tidak ada orang yang akan merasa pantas mengemban amanah.
Amanah itu begitu berat,
Sampai gunung- gunung pun tidak kuasa menerimanya.
Jadi, janganlah mengejar amanah,
semuanya sudah diatur oleh Allah SWT Yang Maha Kuasa.
Cukup jalani dengan optimis dan penuh semangat.
Yakinlah Allah akan menolongmu.
Dengan menghadirkan teman- teman sejati yang akan selalu hadir membantu.
Berada di sampingmu dalam suka maupun duka.
Rasakan manfaatnya, rasakan perubahannya,
Jangan menyerah !
Minggu, 24 November 2013
Manfaat Membaca Quran
Al Quran sebagai wahyu dari Allah SWT
yang diturunkan kepada Baginda Nabi besar Muhammad SAW yang menjadi pedoman
bagi setiap umat manusia sebagai pedoman hidup guna menunjukkan kepada jalan
kebaikan dan kebenaran, mengingatkan manusia agar berpegang teguh pada Al Quran
untuk selamat di Dunia dan Akhirat. Jika suatu buku memiliki suatu nilai
manfaat dari setiap isinya, maka alquran banyak memiliki manfaat dan menjadi
tuntunan hidup atau pegangan manusia dalam hidup didunia. Bahkan Al Quran
memiliki keistimewaan bagi setiap orang yang membacanya, bahkan dalam sabda
Rasulullah SAW yang berbunyi :
” Ibadah yang paling istimewa adalah membaca Al Quran dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari”. Bahkan dari tiap 1 ayat yang
dibaca mengandung 10 kebaikan di dalamnya. Karena keistimewaan Al Quran mampu
membuat hidup manusia menjadi aman dan tentram.
Berikut ini sepenggalan manfaat mempelajari, membaca dan
mengamalkan Al Quran, diantaranya adalah :
1. Dari tiap ayat Al Quran yang dibaca mengandung 10 kebaikan
di dalamnya
2. Al Quran sebagai pedoman hidup manusia untuk menuntun
kepada jalan kebaikan, kebenaran dan keselamatan
3. Al Quran sebagai penyejuk hati bagi siapa saja yang
membacanya
4. Al Quran mampu memotivasi diri dan pemberi semangat
5. Al Quran sebagai sebuah peringatan besar dan teguran akan
sifat dan perilaku manusia
6. Al Quran sebagai pelebur segala emosi dan amarah yang
mampu mendamaikan dan memberi ketenangan yang tidak dapat dilukiskan atau
digambarkan seperti halnya yang terjadi pada Sayyid Quthb Rahimakumullah
7. Al Quran sebagai sarana komunikasi diri dengan Allah SWT
8. Al Quran sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT
9. Dalam sebuah janjiNya, Allah SWT berjanji akan memberikan
segala kebutuhan dan mencukupi segala kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
serta mengangkat derajat manusia meski di dunia hidup penuh dengan segala
kekurangan
10. Al Quran akan menjadi pelindung diri bagi siapa saja yang
membacanya dari tiap ayat yang dibacanya
11. Al Quran bagi siapa saja yang memahami dan mengamalkannya
dalam kehidupan sehari-hari akan semakin bertambah ilmunya
12. Siapa saja yang mempelajari dan memahami Al Quran
bagaikan menyelami luasnya samudera kehidupan dan menikmati anugerah kehidupan
yang dirasakannya serta mengambil segala hikmah dan manfaat dari Al Quran
13. Seseorang yang rajin membaca Al Quran memiliki jiwa yang
sejuk, penuh dengan kesabaran, hati yang jernih, jiwa dan pikiran yang lapang,
dan wajah yang bercahaya
14. Menjadikan seorang yang kreatif, penuh motivasi dan
inovatif
15. Membuat manusia semakin dekat dengan Sang Maha Pencipta
Dunia dengan segala isinya
16. Membuat seseorang menjadi bersyukur dengan segala
nikmatNya
17. Terhindar dari segala kecemasan, kekhawatiran, rasa
pesimis, kesedihan, selalu penuh dengan harapan dan kegembiraan
18. Selalu mendapat jalan kemudahan, kebaikan dan petunjuk
serta mengingatkan diri dari hal-hal yang dilarangNya
19. Bagi seseorang yang membaca dan mengamalkannya, merasakan
senantiasa dalam setiap langkahnya selalu dilindungi oleh Allah SWT
20. Sebagai pelebur dosa, yang mengingatkan manusia akan
dosa-dosa dan mencegah dirinya kembali dalam dosa
21. Memperkuat keimanan, ketaqwaan dan penjagaan diri
22. Memudahkan segala rizki
23. Sebagai pintu keberkahan bagi siapa saja yang membacanya
24. Dijadikan sebagai manusia yang terbaik
Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda : “Sebaik-baik
kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.” H.R.
Bukhari.
25. Akan dikumpulkan bersama para Malaikat Allah
Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda
: “Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan
dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang
yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih)
dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran.” Muttafaqun `Alaihi
(Keuntungan dan kebaikan).
26. Sebagai syafa`at dan penyelamat di Hari Kiamat
Dari Abu Umamah Al Bahili t berkata, saya telah mendengar
Rasulullah bersabda : “Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang
pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca,
mempelajari dan mengamalkannya).” H.R. Muslim.
27. mendapatkan segala kenikmatan yang tiada batasnya
Dari Ibnu `Umar, dari Nabi bersabda : “Tidak boleh seorang
menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama)
seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia
mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang
yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infaqkan sepanjang hari dan
malam.” Muttafaqun `Alaihi.
28. Sebagai ladang pahala
Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah e :
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya
satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali
lipat. Saya tidak mengatakan “Alif lam mim” itu satu huruf, tetapi “Alif” itu
satu huruf, “Lam” itu satu huruf dan “Mim” itu satu huruf.” H.R. At Tirmidzi
dan berkata : “Hadits hasan shahih”.
29. Untuk Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota dan
kenikmatan surga
Dari Muadz bin Anas t, bahwa Rasulullah e bersabda :
“Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di
dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari
Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di
dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan
yang seperti ini. ” H.R. Abu Daud.
30. Mendapatkan kenikmatan Syurga dan di penuhinya segala apa
yang diinginkan
Mungkin ketika di dunia hidup dalam serba keterbatasan dan
kekurangan, karena rajin membaca serta mengamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari, menjadikannya sebagai pribadi yang tangguh, taat dan menjalankan
perintah dan laranganNya. Niscaya akan mendapatkan kenikmatan luar biasa yang
tidak pernah di dapat ketika di dunia.
Masih banyak manfaat dan keutamaan
lainnya dari membaca Al Quran yang bila kita mengilhami dan terus
mempelajarinya tak akan mampu menghitung berapa banyak manfaat dan anugerah
serta nikmat yang telah diberikan-Nya.
50 Gitaris Terhebat di Dunia
Siapakah gitaris terhebat di dunia menurut bro sekalian?. Apakah gitaris favorite anda merupakan salah satu dari artikel ini. Yuk kita lihat 50 gitaris terhebat di Dunia.
Sering sekali terjadi perdebatan tentang siapakah gitaris terbaik di dunia, meski list dibawah ini tidak terlalu akurat, akan tetapi dapat mewakili pecinta musik karena telah melakukan voting dari berbagai penjuru dunia. Beberapa nama gitaris tersebut mungkin terdengar asing di telinga anda. Eddie Van Halen berhasil keluar sebagai pemenang, mengalahkan Brian May memang hal ini dirasa sulit karena ada kandidat yang tidak kalah hebat diantarnya adalah Jeff Beck, Slash, Jimi Hendrix, Joe Satriani, Jimmy Page, Randy Rhoads dan lainnya.
Berikut adalah Gitaris Terbaik di Dunia:
1. Eddie Van Halen
2. Brian May
3. Alex Lifeson
4. Jimi Hendrix
5. Joe Striani
6. Jimmy Page
7. Toni Iommi
8. Stevie Ray Vaughan
9. Dimebag Darrell
10. Steve Vai
11. Randy Rhoads
12. Dave Mustaine
13. David Gilmour
14. Les Paul
15. Duane Allman
16. Robert Johnson
17. John Petrucci
18. Zakk Wylde
19. James Hetfield
20. Ritchie Blackmore
21. Angus Young
22. Slash
23. Paul Gilbert
24. Buddy Guy
25. George Harrison
26. Vernon Rein
27. Frank Zappa
28. Eric Clapton
29. Chet Atkins
30. Dickey Betts
31. Django Reinhardt
32. Mark Morton
33. Mark Tremonti
34. Warren Haynes
35. Jerry Cantrell
36. Buckethead
37. Jeff Beck
38. Keith Richards
39. Michael Schenker
40. Carlos Santana
41. Yngwie Malmsteen
42. Chuck Berry
43. John Frusciante
44. Jason Becker
45. Eric Johnson
46. Joe Bonamassa
47. Alexi Laiho
48. Dave Murray
49. Allan Holdsworth
50. Joe Wals
3. Alex Lifeson
4. Jimi Hendrix
5. Joe Striani
6. Jimmy Page
7. Toni Iommi
8. Stevie Ray Vaughan
9. Dimebag Darrell
10. Steve Vai
11. Randy Rhoads
12. Dave Mustaine
13. David Gilmour
14. Les Paul
15. Duane Allman
16. Robert Johnson
17. John Petrucci
18. Zakk Wylde
19. James Hetfield
20. Ritchie Blackmore
21. Angus Young
22. Slash
23. Paul Gilbert
24. Buddy Guy
25. George Harrison
26. Vernon Rein
27. Frank Zappa
28. Eric Clapton
29. Chet Atkins
30. Dickey Betts
31. Django Reinhardt
32. Mark Morton
33. Mark Tremonti
34. Warren Haynes
35. Jerry Cantrell
36. Buckethead
37. Jeff Beck
38. Keith Richards
39. Michael Schenker
40. Carlos Santana
41. Yngwie Malmsteen
42. Chuck Berry
43. John Frusciante
44. Jason Becker
45. Eric Johnson
46. Joe Bonamassa
47. Alexi Laiho
48. Dave Murray
49. Allan Holdsworth
50. Joe Wals
Sumber : http://pickgitar.com/
Sabtu, 23 November 2013
Ukhuwah Islamiyah
Makna dan Hakikat Ukhuwah
Menurut Imam Hasan Al-Banna, ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.
Ukhuwah Islamiyah adalah satu dari tiga unsur kekuatan yang menjadi karakteristik masyarakat Islam di zaman Rasulullah, yaitu pertama, kekuatan iman dan aqidah. Kedua, kekuatan ukhuwah dan ikatan hati. Dan ketiga, kekuatan kepemimpinan dan senjata.
Dengan tiga kekuatan ini, Rasulullah saw membangun masyarakat ideal, memperluas Islam, mengangkat tinggi bendera tauhid, dan mengeksiskan umat Islam atas muka dunia kurang dari setengah abad.
Sekarang ini, kita berusaha memperbaharui kekuatan ukhuwah ini, karena ukhuwah memiliki pengaruh kuat dan aktif dalam proses mengembalikan kejayaan umat Islam.
Kedudukan Ukhuwah Islamiyah
Ukhuwah adalah nikmat Allah, anugerah suci, dan pancaran cahaya rabbani yang Allah persembahkan untuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan pilihan. Allahlah yang menciptakannya. Allah berfirman: “…Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu.” (QS: Ali Imran: 103). “…Lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara…” (QS: Ali Imran: 103).
Ukhuwah adalah pemberian Allah, yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Allah berfirman: “…Walaupun kamu membelanjakan semua (kakayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka… (QS: Al-Anfal: 63)”
Selain nikmat dan pemberian, ukhuwah memiliki makna empati, lebih dari sekadar simpati. Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya dalam kelembutan dan kasih sayang, bagaikan satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang merasa sakit, maka seluruh bagian tubuh lainnya turut merasakannya.” (HR. Imam Muslim).
Dengan ukhuwah, sesama mukmin akan saling menopang dan menguatkan, menjadi satu umat yang kuat. Rasulullah Saw. Bersabda: “Mukmin satu sama lainnya bagaikan bangunan yang sebagiannya mengokohkan bagian lainnya.” (HR. Imam Bukhari).
Adapun hubungannya dengan iman, ukhuwah diikat oleh iman dan taqwa. Sebaliknya, iman juga diikat dengan ukhuwah. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. (QS: Al-Hujurat: 10).” Artinya, mukmin itu pasti bersaudara. Dan tidak ada persaudaraan kecuali dengan keimanan. Jika Anda melihat ada yang bersaudara bukan karena iman, maka ketahuilah itu adalah persaudaraan dusta. Tidak memiliki akar dan tidak memiliki buah. Jika Anda melihat iman tanpa persaudaraan, maka itu adalah iman yang tidak sempurna, belum mencapai derajat yang diinginkan, bahkan bisa berakhir dengan permusuhan. Allah berfirman: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS: Al-Zukhruf: 67).
Keutamaan Ukhuwah Islamiah
Ukhuwah memiliki banyak sekali keutamaan. Pertama, dengan ukhuwah kita bisa merasakan manisnya iman. Rasulullah Saw. bersabda: “Ada tiga golongan yang dapat merasakan manisnya iman: orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai seseorang karena Allah, dan ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Imam Bukhari).
Kedua, dengan ukhuwah kita akan berada di bawah naungan cinta Allah dan dilindungi dibawah Arsy-Nya. Di akhirat Allah berfirman: “Di mana orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, maka hari ini aku akan menaungi mereka dengan naungan yang tidak ada naungan kecuali naunganku.” (HR. Imam Muslim). Rasulullah Saw. bersabda: “Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di tengah perjalanan, Allah mengutus malaikat-Nya. Ketika berjumpa, malaikat bertanya, “Mau kemana?” Orang tersebut menjawab, “Saya mau mengunjungi saudara di desa ini.” Malaikat bertanya, “Apakah kau ingin mendapatkan sesuatu keuntungan darinya?” Ia menjawab, “Tidak. Aku mengunjunginya hanya karena aku mencintainya karena Allah.” Malaikat pun berkata, “Sungguh utusan Allah yang diutus padamu memberi kabar untukmu, bahwa Allah telah mencintaimu, sebagaimana kau mencintai saudaramu karena-Nya.” (HR. Imam Muslim).
Ketiga, dengan ukhuwah kita akan menjadi ahli surga di akhirat kelak. Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa yang mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat berseru, ‘Berbahagialah kamu, berbahagialah dengan perjalananmu, dan kamu telah mendapatkan salah satu tempat di surga.” (HR. Imam Al-Tirmizi). Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya di sekitar arasy Allah ada mimbar-mimbar dari cahaya. Di atasnya ada kaum yang berpakaian cahaya. Wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukanlah para nabi dan bukan juga para syuhada. Dan para nabi dan syuhada cemburu pada mereka karena kedudukan mereka di sisi Allah.” Para sahabat bertanya, “Beritahukanlah sifat mereka wahai Rasulallah. Maka Rasul bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, bersaudara karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah.” (Hadis yang ditakhrij Al-Hafiz Al-Iraqi, ia mengatakan, para perawinya tsiqat).
Keempat, bersaudara karena Allah adalah amal mulia yang akan mendekatkan seorang hamba dengan Allah. Rasul pernah ditanya tentang derajat iman yang paling tinggi, beliau bersabda, “…Hendaklah kamu mencinta dan membenci karena Allah…” Kemudian Rasul ditanya lagi, “Selain itu apa wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Hendaklah kamu mencintai orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, dan hendaklah kamu membenci bagi orang lain sebagaimana kamu membenci bagi dirimu sendiri.” (HR. Imam Al-Munziri).
Kelima, dengan ukhuwah dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah. Rasulullah Saw bersabda: “Jika dua orang Muslim bertemu dan kemudian mereka saling berjabat tangan, maka dosa-dosa mereka hilang dari kedua tangan mereka, bagai berjatuhan dari pohon.” (Hadis yang ditkhrij oleh Al-Imam Al-Iraqi, sanadnya dha’if).
Syarat dan Hak Ukhuwah
Ukhuwah memiliki beberapa syarat dan hak yang harus kita penuhi. Yang pertama, hendaknya kita bersaudara untuk mencari keridhaan Allah, bukan kepentingan atau berbagai tujuan duniawi. Tujuannya ridha Allah, mengokohkan internal umat Islam, berdiri tegar di hadapan konspirasi yang berusaha menghancurkan agama Islam. Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya…” (HR. Imam Bukhari).
Yang kedua, hendaknya kita saling tolong-menolong dalam keadaan suka dan duka, senang atau tidak, mudah maupun susah. Rasul bersabda, “Muslim adalah saudara muslim, ia tidak mendhaliminya dan tidak menghinanya… tidak boleh seorang muslim bermusuhan dengan saudaranya lebih dari tiga hari, di mana yang satu berpaling dari yang lain, dan yang lain juga berpaling darinya. Maka yang terbaik dari mereka adalah yang memulai mengucapkan salam.” (HR. Imam Muslim).
Dan yang ketiga, hendaknya kita memenuhi hak-hak umum dalam ukhuwah. Rasul bersabda: “Hak muslim atas muslim lainnya ada enam, yaitu jika berjumpa ia memberi salam, jika bersin ia mendoakannya, jika sakit ia menjenguknya, jika meninggal ia mengikuti jenazahnya, jika bersumpah ia melaksanakannya.” (HR. Imam Muslim).
Tingkatan-tingkatan Ukhuwah
Tingkatan yang terendah dari ukhuwah adalah salamatush shadr, yaitu bersihnya hati kita dari perasaan iri, dengki, benci, dan sifat-sifat negatif lainnya terhadap saudara kita. Jika kita tidak bisa memberikan suatu kebaikan kepada saudara kita, paling tidak kita tidak memiliki perasaan yang negatif kepadanya. Termasuk juga dalam tingkatan yang terendah ini adalah selamatnya saudara kita dari kejahatan lisan dan tangan kita. Jangan sekali-kali kita melakukan kezhaliman kepada saudara kita.
Adapaun tingkatan ukhuwah yang tertinggi adalah itsaar, yaitu lebih mementingkan dan mengutamakan saudara kita diatas diri kita sendiri. Inilah dahulu yang pernah dicontohkan oleh para sahabat Anshor kepada para sahabat Muhajirin di Madinah.
Tahapan-tahapan Ukhuwah
Untuk membangun ukhuwah, diperlukan beberapa tahapan. Yang pertama adalah ta’aruf, yaitu saling mengenal. Pepatah bilang: ‘Tak kenal maka tak sayang.’ Apalagi saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q.S. Al Hujurat: 13)
Tahapan berikutnya adalah tafahum, yaitu saling memahami. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta, karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda, “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (H.R. Muslim)
Setelah ta’aruf dan tafahum, yang berikutnya harus kita lakukan untuk mewujudkan ukhuwah adalah ta’awun, yaitu saling membantu dan menolong, tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran.
Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah:
- Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia, ya Rasullah.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.”
- Memohon didoakan bila berpisah. “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H.R. Muslim).
- Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa. “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu), dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.” (H.R. Muslim)
- Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim). “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (H.R Abu Daud dari Barra’)
- Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara)
- Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu
- Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya
- Memenuhi hak ukhuwah saudaranya
- Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan
Sumber : www.menaraislam.com (oleh Abdur Rosyid)
Beberapa kata yang terbesit dalam pikiran
Disaat mulut dengan mudahnya mengeluarkan kata - kata janji
Disaaat itu pulalah dengan mudahnya janji - janji tersebut diingkari
Ironis memang,
Tapi itulah kenyataannya,
Entah apa penyebabnya,
Nilai budaya luhur Bangsa TImur semakin luntur tergerus zaman
Apa yang ada dalam pikiran masing - masing jiwa muda?
TELAT telah menjadi kebiasaan,
tanpa rasa bersalah hal tersebut diulangi,
tanp
a tahu rasanya tersakiti, karna hal yang seringkali kita anggap kecil tersebut
Kita telah lalai dengan menganggap semuanya ringan
Ya Allah,
Lindungilah kami dari segala kemunafikan,
dan ampunilah kesalah yang telah kami perbuat,
karna kelalaian - kelalaian kami. Aamiin
Langganan:
Postingan (Atom)
Tujuan hidup di bumi
Mengapa kita tercipta di dunia ini? Heh, kok tercipta, kesannya kalo gitu kita ada begitu aja tanpa ada yang menciptakan. Baiknya gunakan ...
-
Mengapa kita tercipta di dunia ini? Heh, kok tercipta, kesannya kalo gitu kita ada begitu aja tanpa ada yang menciptakan. Baiknya gunakan ...
-
Aku lelah, terus menerus berkutat di dalam ketidakberdayaan. Terus menggerus ketajaman otak dengan berbagai hal yang candu. Terus melakukan ...
-
Intro : F Bb F Gm C F F Bb C F Senyumanmu sinari setiap kesedihan di hati F ...